dear someone...
aku baru aja baca blognya upi (sutradara film), dimana disana vino bastian juga ikut share sedikit tentang hidupnya... sedikit banyak, itu membuka pikiranku dan nggak membuat aku sebel karna batere laptop jadi cepat berkurang....
ntah, aku baru tau kalau ternyata vino bastian itu adalah seorang aktor besar yang memulai karirnya dari 0.
dia punya idealisme, dan dia punya bakti ke orang tuanya, terutama ayahnya.
jujur, kalau aku nggak baca postingannya, mungkin aku hanya akan mengagumi dia sebagai aktor berkualitas bagus dan dengan tampang yang sangat bagus juga. ya, mungkin itu aja. tapi ternyata, dia punya sesuatu yang lebih besar dari itu. dari situ juga aku baru tau, kalau ternyata papanya vino adalah pencipta karakter wiro sableng 212. hehe.. tentu kalian yang seumuran aku tau itu ya..
hebat. ternyata semasa sekolah vino itu selalu ikut les matematika dari hari Senin - Sabtu (aku lupa, jumat/sabtu)...
aku ini tipe orang yang masih aja terbawa oleh peran atau pembawaan seseorang yang baru aku lihat dari jauh. vino kan tampilannya keren (baca: urakan) dan keberhasilan film-filmnya dimana dia berperan "nakal" pun seakan-akan menunjukan kalo dia memang seperti itu. padahal mungkin walaupun dia mendekati itu, dia adalah orang yang ...great. mungkin ya. karna aku belum pernah sekalipun ketemu vino. hehe.. kalo ditanya 'mau ngga cha, ketemu vino?' aku akan jawab 'mau.' padahal belum tentu aku bisa ngeluarin sepatah kata didepan dia. hahaha lebay :p
selain vino, aku juga sering menemukan fakta dimana kadang itu membuat aku kaget... dan merasa.. oh God, kayanya pikiran aku belum kebuka ya.. aku masih memandang orang dari luarnya aja.
dan cara penilaianku yang seperti itu rata-rata justru merugikan aku dan orang tersebut. aku suka terlalu cepat menilai seseorang itu baik. aku bisa menilai diriku sendiri : aku masih cenderung lugu.
semua orang bisa aku anggap baik, bahkan dari pertama kali ketemu. memang, itu bisa aja benar. tapi jauuh dari itu, aku nggak akan bisa tau seperti apa seseorang itu kalau aku ngga mengenal dia lebih dekat.
sahabat....
aku nggak tau. siapa sahabat aku. arti sahabat, ya itu aku tau...
pokoknya kalau sebut kata sahabat, pengertian yang akan keluar pun pastinya yang indah-indah ya. okay, literally, belum tentu indah..tapi selalu yang bagus-bagus.
aku punya banyak teman dekat yang baik-baik.
sempat, aku merasa ' aku akan malu kalau aku nggak punya sahabat, dan teman-temanku yang lain pun akan bisa tau kalau aku nggak punya sahabat '. agak aneh ya .. kenapa juga aku pernah punya pikiran seperti itu, ntah mungkin karna dulu mempunyai banyak teman adalah salah satu bentuk pembuktian kita untuk bisa diakui.
jujur, itu dulu :)
mungkin kebanyakan dari kamu belum tau, tahun kemarin (di tahun kelulusanku) aku sudah memutuskan untuk menunda kuliahku, dan ingin bekerja. ok.. aku pikir, kesempatan aku saat itu sedang terbuka lebar, dan memang ada keadaan yang membuatku harus menunda kuliahku dulu.
alhamdulillah, ujian nasional berlangsung.....
aku bangga sama diriku sendiri karena walau aku nggak benar-benar belajar sangat serius untuk uan, aku senang dengan hasil ujianku. terutama untuk mata pelajaran sosiologi, karna aku merasa seperti aku yang memiliki pelajaran itu (nggak tau angin darimana coba aku sok-sok merasa jagoan di sosiologi haha), aku nggak mau menghadapi ujian terakhirku itu dengan jawaban (baca: kisi-kisi) dari orang lain.
singkatnya, usaha belajarku untuk uan nggak sia-sia.
aku (kami semua) lulus dengan nilai yang tidak jelek sama sekali.
masa kelulusan sudah lewat, momen perpisahan juga sudah dilalui...
tapi ternyata, berbulan-bulan.. mungkin hampir satu tahun setelah aku kelulusanku (jujur aku ngga ingat kapan tanggal resminya kelulusanku, dan aku terlalu malas untuk mengeceknya hehe)
-- aku belum juga mendapatkan pekerjaan itu --
dan, kalau kamu mau tau apa yang aku lakuin untuk mengisi kekosongan waktu aku.... yang aku lakukan adalah... tidak melakukan apa-apa!
ngga usah terlalu kaget dan kamu ngga perlu membayangkan gimana betenya kamu kalau ada diposisi aku saat itu, karena saat itu... SANGAT MEMBOSANKAN. menjengkelkan, seingatku aku masih sering nangis diawal masa-masa aneh aku itu. mencoba bertahan dengan tidak adanya aktivitas apapun, hanya rutinas. rutinitas mandi dan makan. apalagi ya.. makan, minum dan mendengarkan musik. ya.. seperti itu. aku sempat marah sekali sama Tuhan, aku rasa Tuhan nggak adil. apa salah acha.. sampai aku berulang kali harus masuk kedalam pusaran hitam yang sebenarnya memang aku ciptakan sendiri.
aku benci sama keadaan aku. aku benci karena aku jadi krisis percaya diri. aku jadi cepat kecewa sama orang. aku selalu menyalahkan keadaan.......
aku nangis....
bukan nangis untuk menunjukkan ke semua orang "aku benci keadaan ini". aku nangis menangisi diri aku sendiri, aku merasa aku nggak pantas diperlakukan seperti ini.. nggak melakukan apa-apa membuat aku nggak berguna dan bahkan nggak punya sisa semangat, seperti orang pesakitan.
aku jauh lebih memilih untuk sibuk sesibuk-sibuknya daripada harus seperti orang sakit parah yang terus dirumah karena sudah hopeless.
saat ini, alhamdulillah aku sudah mendapatkan pekerjaan itu.. walaupun aku masih memerlukan banyak usaha dan fokus dipekerjaan ini -karena inilah harapanku satu2nya untuk bisa belajar lagi sebelum aku menuju kuliah- , aku bersyukur banget karena ini adalah keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya
:) makasih banyak ya Allah
terimakasih atas perjalanan dan hasil semi akhir dari perjalanan aku...
selama aku menunggu pekerjaan, aku berontak, aku marah, aku benci.
sampai akhirnya alhamdulillah Allah buka mata aku untuk belajar bersyukur.
sedikit demi sedikit, aku mulai tau kenapa Allah ngasih aku jalan seperti ini..
dan kalau kamu mau tau, beberapa saat (bulan) sebelum akhirnya aku bekerja, ada satu perkataan dari salah satu keluargaku yang sangat aku sayangkan kenapa dia tega bicara tanpa berusaha untuk tau kenapa asal-muasalnya. intinya, dia sempet bikin hati aku sakit banget. dan disaat itu aku harus berusaha keras to make some fake smile and FAKE LAUGH! aku kecewa banget.. tapi aku terlalu malas untuk mengakui itu. aku nggak mau terlihat lemah, walau akhirnya orang tersebut berhasil lihat air mata yang udah aku tahan dari awal turun sesekali dari mataku yang ternyata pada saat itu udah merah sekali.
saat aku permisi ke toilet untuk nenangin diri.. aku lihat kekaca dan.. wow ternyata .......
haha
aku melihat ada kekecawaan yang cukup mendalam ya, tapi dibalik itu aku melihat aku yang tegar. aduh, kayanya dari bahasaku apa yg aku alamin berat banget ya? haha... ngga kok. bahasanya aja yang agak formal :P
aku bangga banget liat aku yang tersenyum dan mencoba tertawa di depan kaca dalam toilet. untung sehari sebelumnya di toko buku aku sempat membaca buku yg pada saat itu membantu aku menenangkan diri dengan bubuk ajaib kaya gini "fyuuhh..... aku tegar.. aku kuat.. aku nggak akan kalah dengan keadaan ini.. ini bukan aku kalau aku nangis.. tenang.. tenang........ evertyhing is gonna be well, senyum... :)" aku keluar dari toilet dan.... pembicaraan dilanjutkan. dan aku memilih untuk nggak mau mendengarkan.
Subhanallah... ternyata dari lamanya keharusan aku menunggu pekerjaan, Allah menyelipkan hikmah dimana hikmah itulah yang sampai sekarang mengingatkan aku untuk selalu bersabar, coba untuk tenang, dan yang paling penting : bersyukur.
bersyukur karena ternyata aku masih disadarkan kalo ternyata aku sangat membutuhkan sesuatu yang dulunya sering aku sia-siakan. bersyukur untuk hal sekecil apapun yang masih bisa aku dapatkan hari ini, karena bisa aja tiba-tiba hal itu nggak aku dapatkan lagi esok hari.
:)
sekarang aku bisa berterimakasih karena Allah memberikan aku waktu selama itu tanpa kegiatan.
karena pikiranku jadi terbuka dan itu adalah salah satu proses terbesar dalam perjalanku dari anak-anak menuju remaja dan sekarang.... mencoba menuju kedewasaan.
tagline aku adalah : ACHA, si pemberontak yang mulai sadar.
:)
terimakasih Allah untuk SEMUANYA, hambaMu yang bandel ini akan terus bersyukur walau masih sering ngedumel dan lupa :) makasih untuk keluarga dan teman-teman yang selalu menanyakan kesibukan aku sehingga aku jadi terpacu untuk lebih kreatif bermimpi.
and in the end, all i got to say is Thank You, I'm Happy and I'm obviously... LUCKY.
thank you for reading this random post, i wish you get the point.. BE THANKFUL! :)
i'm out....
Love, tasha khalida larasati :)
20 February, 2010
Posted by -A- at 11:25 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment